Beranda » Motivasi Menulis

Motivasi Menulis

MENULIS FIKSI: REKAM, TULIS. Ada sebagian orang yang pintar bercerita tetapi merasa kurang bisa menulis.
Sekali waktu cobalah menulis cerpen dengan cara merekam cerita terlebih dahulu baru kemudian menyalinnya ke dalam tulisan. Berani mencoba? Selamat menulis! (Donatus A Nugroho)

DISKUSI FIKSI: SIAPA MENYURUH RUMIT? Ada kesamaan kasus yang saya hadapi ketika menghadapi naskah-naskah para penulis pemula (setengah pemula juga), yaitu naskah yang membingungkan ketika dibaca dan diapresiasi.

Lalu dari hasil obrolan saya dengan beberapa teman senior, kami temukan fakta yang sama, yaitu: Ada kesalahan mendasar dari para penulis yang menganggap karya yang keren adalah karya yang rumit, yang tidak harus mudah dicerna dan dinikmati seperti fastfood.
Entah siapa yang menularkan kefatalan anggapan bahwa yang popies itu selalu buruk dan tidak bermutu. Selanjutnya pikiran itulah yang menjadikan beban dalam menulis. Ironisnya, ketika mereka terjebak dalam kerumitan, mereka sendiri yang kemudian kalang-kabut dan bingung sendiri. Ketika ditanya, kamu mau nulis apa? Jawaban antara yang mau disajikan dan yang ditulis tidak sama. Kalau didesak lagi akan muncul jawaban malu-malu: “Saya takut dibilang picisan, popies, nggak nyastra, nggak cerdas, menyek-menyek ….”

Padahal karya yang baik itu ‘terpaksa rumit’ atau ‘sengaja rumit’ demi memperkuat cerita. Plot, timeline, pilihan diksi dan majas atau apapun itu, ditulis dengan ‘jujur’ demi tuntutan sajian kisah yang lebih menarik, bukan semata agar dianggap keren.

Ujung dari ini masih tetap sama: Jadilah diri sendiri, jujurlah dan tak perlu memburu julukan ‘rumit’. Banyak kok, penulis kaliber dunia yang tulisannya selalu sederhana dan jauh dari rumit.

… dan pada akhirnya, tulisan yang baik adalah tulisan yang diselesaikan dengan penuh kejujuran. (Ari Kinoysan Wulandari)

Bakat menulis saja tidak cukup. Tanpa kemampuan bercerita yang baik, semua gambar indah dan dialog yang kamu buat berbulan-bulan hanya akan menyia-nyiakan kertas yang kamu pakai. Apa yang kita ciptakan untuk dunia, apa yang kita inginkan adalah cerita.

Dari keseluruhan total kerja kreatif seorang penulis, 75% usaha atau bahkan lebih terfokus pada mendesain sebuah cerita. Siapa karakter-karakter ini? Apa yang mereka inginkan? Bagaimana cara mendapatkannya? Apa yang menghentikan mereka? Apa konsekuensinya? Menemukan jawaban dari pertanyaan besar ini dan membentuknya dalam cerita merupakan tugas besar kreativitas kita.

(Story – Robert McKee)

(Ruang Cerpen ID)

Mulai dari satu cerpen terlebih dulu, sampai akhirnya pelan-pelan punya buku karangan sendiri. Berproses bersama-sama.

Mulai dari satu cerpen, dibaca banyak orang. Hingga menjadi buku, yang dibaca ratusan bahkan ribuan orang.

Mulai berteman dengan penulis yang menginspirasi, hingga akhirnya menjadi penulis yang karyanya mengubah hidup banyak orang.

Mulai menulis hari ini, saat ini, hingga akhirnya, karyamu menjadikanmu abadi sepanjang masa.

Sudah mulai senja. Sudah menulis dan mengirimkan tulisanmu atau belum?

Pertama. Gunakan apa yang tersedia di sekelilingmu.

Kamu bisa mulai menulis dari: apa yang kamu lihat, kamu dengar, kamu pikirkan tentang sesuatu. Misal, di depan kamu ada uang, coba kamu bayangkan bagaimana uang itu bisa ada di tempatnya yang sekarang. Pikirkan plot cerita yang lain daripada biasanya. Uang itu bisa kamu jadikan pemicu awal dari cerita kamu.

Kamu pun bisa menuliskan apa yang kamu dengar. Misalkan, di sekitarmu ada isu tentang demo. Coba angkat itu dari sudut pandang tokohmu

Apa yang ada di sekelilingmu bisa menjadi bahan cerita yang menarik kalau kamu bisa mengemasnya dengan tepat.

Kedua. Kamu bisa mengatur plot ceritanya setelah bahan-bahan cerita itu terkumpul.

Di dalam plotnya, kamu bisa mengatur dimana klimaks dan anti-klimaks ceritanya. Kamu pun bisa berikan twist yang mengejutkan u/ pembacamu.

Twist itu bisa kamu berikan di akhir atau di tengah cerita. Setelah kamu mengajak pembacamu mengikuti alur ceritamu. Kejutkan mereka.

Dengan twist, ceritamu bisa meninggalkan kesan yang mendalam di pembacamu.

(Ruang Cerpen ID)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s