Beranda » Cerpen » Dulu atau Dahulu?

Dulu atau Dahulu?

“Saya pulang dulu, ya, Bu.” ujar saya sore itu selepas pelatihan pembuatan soal online.

Kepala sekolah saya menjawab, “Bukan pulang dulu, Pak. Tapi, pulang sekarang. Kan Bapak pulangnya sekarang, bukan dulu.”

Sepanjang perjalanan pulang, saya jadi memikirkan, apa kalimat saya salah? Atau interpretasi kalimat itu yang keliru?

Kalimat “Saya pulang dulu, ya, Bu.” sebenarnya bentuk singkat dari kalimat “Saya pulang lebih dahulu, ya, Bu.”

Sebab menurut saya, kata ‘dulu’ itu bentuk afiksasi dari kata ‘dahulu’. Sesampai di rumah saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tetapi tidak saya temukan.

Dahulu/da·hu·lu/ n 1 (waktu) yang telah lalu; (masa) lampau: lain — lain sekarang; 2 lebih awal; paling depan: — bajak daripada jawi; 3 yang mula-mula (dikerjakan, diperbuat, dan sebagainya); dulu: — membaca, lalu menulis; silakan duduk –; 4 lebih awal; sebelum: terlebih — saya ucapkan terima kasih; — daripada itu;

— kala masa (zaman) yang sudah lampau; zaman dahulu;

dahulu-mendahului/da·hu·lu-men·da·hu·lui/ v saling mendahului;

bersidahulu/ber·si·da·hu·lu/ v berusaha mendahului: dia harus ~ dengan anak buahnya untuk menguasai pengetahuan tentang penggunaan komputer;

berdahulu-dahuluan/ber·da·hu·lu-da·hu·lu·an/ v berlomba-lomba berebut dahulu: anak-anak ~ masuk ke dalam kelas;

mendahului/men·da·hu·lui/ v (berjalan, berangkat, mengerjakan, dan sebagainya) lebih dahulu daripada; lebih maju daripada; menganjuri: jangan ~ waktu yang telah ditentukan;

mendahulukan/men·da·hu·lu·kan/ v mengerjakan sesuatu lebih dahulu daripada yang lain: kita harus ~ kepentingan umum daripada kepentingan pribadi;

terdahulu/ter·da·hu·lu/ a paling dahulu; mula-mula: akulah yang ~ bangun pagi ini;

pendahulu/pen·da·hu·lu/ n orang dan sebagainya yang mendahului: Sumpah Pemuda kita warisi dari para ~ kita;

pendahuluan/pen·da·hu·lu·an/ n 1 sesuatu yang mula-mula dilakukan; permulaan; 2 pembukaan atau kata pengantar dari sebuah pidato (buku, karangan, dan sebagainya): kata ~;

kedahuluan/ke·da·hu·lu·an/ v cak didahului; dilampaui; dilalui

Lalu, apakah kata ‘dulu’ dapat digunakan dalam berbahasa?

Diof: Ayo kita berangkat ke bank sekarang

Timothy: Iya, iya, tapi aku mau mandi dulu.
===================================
Diof: Ayo kita berangkat ke bank sekarang!
Timothy: Iya, iya, tapi aku mau mandi dahulu.

Dahulu dan Dulu (Sumber http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/349)

Agak berbeda halnya antara baharu, cahari, bahagi dan dahulu. Tam­paknya kata dahulu dan dulu mempunyai makna yang sama sehingga seolah-olah keduanya dapat saling menggantikan. Kata dulu dianggap sebagai varian dari dahulu.

Dalam beberapa hal, kata dahulu, dan dulu memang dapat saling menggantikan. Perhatikan contoh berikut.

(1) Jika dahulu/dulu orang harus menempuh jarak Amsterdam–Jakarta dalam beberapa hari, kini dapat ditempuh dalam 20 jam.

(2) Oleh karena itu, sejak Repelita IV dahulu/dulu kita mulai mengem­bangkan bidang itu.

Akan tetapi, dalam hal tertentu, kedua kata itu tidak dapat saling menggantikan. Pada kalimat berikut, bentuk-bentuk yang tercetak miring diturunkan dari kata dasar dahulu; akan terasa janggal apabila diganti dengan bentuk yang diturunkan dari kata dasar dulu.

(3) Patih Gadjah Mada dan para pendahulunya telah merintis persa­tuan Indonesia dengan gigih.

(4) Pada bagian pendahuluan telah disebutkan bahwa i akan mene­liti masalah itu secara tuntas.

(5) Dengan mantap i rnendahului lawannya menuju garis finis.

Kita tidak dapat menggantikan kata pendahulu, pendahuluan, dan mendahului pada kalimat (3), (4), dan (5) dengan pendulu, penduluan, dan mendului. Itulah sebabnya, bentuk dahulu tetap digunakan dalam bahasa Indonesia walaupun pemakaiannya terbatas.

dahulu/da·hu·lu/n1 (waktu) yang telah lalu; (masa) lampau: lain — lain sekarang; 2 lebih awal; paling depan: — bajak daripada jawi; 3 yang mula-mula (dikerjakan, diperbuat, dan sebagainya); dulu: — membaca, lalu menulis; silakan duduk –;4 lebih awal; sebelum: terlebih — saya ucapkan terima kasih; — daripada itu;

— kala masa (zaman) yang sudah lampau; zaman dahulu;

dahulu-mendahului/da·hu·lu-men·da·hu·lui/v saling mendahului;

bersidahulu/ber·si·da·hu·lu/v berusaha mendahului: dia harus ~ dengan anak buahnya untuk menguasai pengetahuan tentang penggunaan komputer;

berdahulu-dahuluan/ber·da·hu·lu-da·hu·lu·an/v berlomba-lomba berebut dahulu: anak-anak ~ masuk ke dalam kelas;

mendahului/men·da·hu·lui/v (berjalan, berangkat, mengerjakan, dan sebagainya) lebih dahulu daripada; lebih maju daripada; menganjuri: jangan ~ waktu yang telah ditentukan;

mendahulukan/men·da·hu·lu·kan/v mengerjakan sesuatu lebih dahulu daripada yang lain: kita harus ~ kepentingan umum daripada kepentingan pribadi;

terdahulu/ter·da·hu·lu/a paling dahulu; mula-mula: akulah yang ~ bangun pagi ini;

pendahulu/pen·da·hu·lu/n orang dan sebagainya yang mendahului: Sumpah Pemuda kita warisi dari para ~ kita;

pendahuluan/pen·da·hu·lu·an/n1 sesuatu yang mula-mula dilakukan; permulaan; 2 pembukaan atau kata pengantar dari sebuah pidato (buku, karangan, dan sebagainya): kata ~;

kedahuluan/ke·da·hu·lu·an/v cak didahului; dilampaui; dilalui

Jadi, menurut hemat saya, ‘dulu’ adalah perpendekan dari kata ‘dahulu’. Akan tetapi, kata ‘dulu’ hanya dapat digunakan pada saat situasi tidak formal atau pada penggunaan karya sastra.
Oke, semoga ilmu ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s