Beranda » Cerpen » Membonceng Mbak ‘Kunti’

Membonceng Mbak ‘Kunti’

Beberapa waktu lalu, ada anak kos baru. Dia di antar oleh ayahnya yang punya kumis imut itu. Bapak itu bilang, “Jaga adik kamu, ya.” Maksudnya, anggap aja anaknya itu seperti adikku sendiri. *Meskipun aku kurang menghargai yang namanya adik-adik.

Jadi tadi malam, anak kos baru itu bercerita panjang lebar. Sebenarnya dia mau keluar beli makan malam, sedangkan aku mau mandi, cuma pake handuk. :p Dia menunda beli makannya dan aku menunda acara mandi. Dari mulutnya mengalirlah sebuah kisah horor. Aku yang mendengarnya merinding bukan main.

Suatu malam, jam 12 lewat, dia baru pulang dari warkop. Konon ia bimbang: pulang apa kagak, kagak apa pulang.😀 Akhirnya dia memilih pulang. (Ini juga nasihat buat kite-kite, kalo melakukan sesuatu itu jangan bimbang, bro) Sepanjang jalan raya dia menghabiskan volume kenderaannya. (Volume?).  Memasuki persimpangan kosnya, sebuah panggilan telepon mengharuskan dia memperlembat laju kenderaannya. Ia pun berhalo-halo ria.

Malam itu, kawan si kawan kos ini. (Hahaha). Bermain gitar depan rumah. Menganga dia melihat kawan kosku yang lagi bertelpon ria itu sambil membonceng seorang cewek cantik berbaju kuning. Cantik banget, cuy. Luna Maya mah lewat!

Esok harinya, kawan si kawan kos ini bertanya penasaran (Mungkin dikirinya kawan kos ini bawa cewek untuk berbuat me*um), “Siapa cewek yang kau bonceng tadi malam, cuy?”

“Cewek yang mana?”

“Yang kau bonceng tadi malam.”

Kawan kos kaget.

“Cewek cantik baju kuning.”

“Ah, aku nggak bawa cewek tadi malam. Serius kau?”

“Jadi cewek yang kulihat itu siapa? Jangan-jangan kunti….”

Kawan kos ketakutan dan langsung memeluk kawannya.

“Woii. Jangan peluk. Aku bukan homo.”

“Maaf, Cuy. Aku takut.”

Hari itu juga, dia mengundang teman-temannya buat nginap di kosnya tujuh hari tujuh malam untuk mengusir rasa takut.

“Pokoknya kalian ke sini. Makanan aku yang tanggung.”

Temannya yang hobi makan gratis tentu aja senang bukan main. Yang terakhir, si kawan kos, kalo malam suka jemping-jemping. Supaya mbak kunti itu nggak numpang naik motornya lagi. Kalo jemping kan pasti mbak kuntinya yang lagi dibonceng jatuh. Hahaha. Kasihan kamu, Mbak Kunti. Padahal kan cuma mau numpang sebentar…

Oke, salam kenal ya anak kos baru. Kamu bersyukur nggak kami ospek habis-habisan. Semoga perkenalan kita membawa hubungan pertemanan yang baik.

Jujur ini kali pertama aku posting yang beginian… Tapi tak apa demi mengibur kalian semua, teman-teman, sekaligus hadiah penutup tahun.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s