Beranda » Cerpen » Mengambil Pelajaran

Mengambil Pelajaran

stupid-people

Fuih!
Hari ini, hari paling buruk sedunia.
Hari Senin, ada dua mata kuliah, Jurnalistik dan Micro Teaching. Jurnalistik ada tugas. Saya memang agak kurang enak badan. Sekitar pukul tujuh pagi, saya dapat sms dari nomor yang mengabarkan kalau bapak tidak masuk kuliah hari ini. Nomor itu juga menyuruh agar saya mengabarkan pada teman-teman.
Dan saya kira, itu nomor teman yang memberi kabar kalau dosen jurnal tidak datang. Sungguh, bahagianya saya. Saya kira keberuntungan berpihak pada saya. (Saya kira dapat durian runtuh)
Seorang teman menanyakan mengapa saya tidak hadir di mata kuliah jurnal.
“Loh, bukannya kita nggak masuk jurnal? Aku tadi dapat sms.”
“Kita masuk! Bapak udah datang dari tadi.”
Ini berita buruk pertama. Saya tidak masuk kuliah jurnal dan tidak mengumpulkan tugas.
Tapi saya masih dapat keberuntungan (walaupun nggak sebanyak durian runtuh). Soalnya micro teaching tidak masuk. Tepat pukul dua belas, seorang teman meng-sms. Katanya saya nggak amanah karena tidak menyampaikan pesan dari dosen.
Dosen?
Jadi sms yang pertama dari dosen.
Saya baca ulang lagi smsnya.
“Jani. Bp masih di Medan hr ini. jd kita nggak kuliah ya. Tolong kabari teman-teman.”
Begitulah bunyi sms dan saya merasa dapat durian runtuh beruntuh runtuhan. Durian runtuh yang berjaruhan di atas kepala…
Pada taraf ini, apakah saya bisa dikatakan sangat…. (Lupakan!!!)

Untung dapat honorium tulisan yang dikirim oleh seorang teman dari Medan. “Makasih banyak ya, Julaiha. Dapat kabar dari kamu, membuat saya bahagia.”

#Nangis di pojokan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s