Beranda » Artikel » Kiat Jadi Penulis

Kiat Jadi Penulis

Oleh Ramajani S

Ceker Unyu Unyu C

      

Dewasa ini harus diakui sebagian besar novel-novel remaja di Indonesia berbau khas romansa ala kehidupan remaja. Bisa dikatakan benang kuatnya ada di tema tersebut. Namun novel ini berbeda dari novel remaja kebanyakan. Cerita romansa remaja yang dibalut dengan nilai spirit yang kuat di dalam novel ini menjadi faktor pembeda.

“Jadi penulis?” potong ibunya, wajah beliau kembali menegang. “Kamu pikir bisa hidup dari menulis?” (halaman 23). Konflik antara tokoh Andhika dengan ibunya memang menarik untuk disimak. Rasanya ada puluhan atau bahkan sampai ribuan anak-anak remaja di luar sana, yang mengalami permasalahan serupa seperti yang dialami oleh tokoh Andhika. Namun, (tokoh) Bunda Erin sudah menjawab permasalahan Andhika dengan sangat apik, lembut, dan menyentuh. “Ibumu orang yang sangat pengertian sebenarnya…” Bunda Erin menarik napas pelan-pelan. “Kita kerap salah menilai sikap orangtua. Sama seperti remaja, mereka juga ingin dimengerti… (halaman 29). Saya kira, remaja yang mengalami permasalahan serupa dengan yang dialami oleh tokoh, tips dan langkah yang diberikan oleh Bunda Erin adalah jawaban yang sangat mempuni dan tepat untuk dilakukan.

Novel ini terdiri atas sepuluh bab. Dan lebih menarik lagi, di masing-masing akhir bab cerita diselingi oleh tips dan trik menulis oleh Bunda Erin, Ayah Hand, dan Abah Yoyok. Setiap cerita dan tips saling bertautan. Di setiap permasalahan dalam mewujudkan cita-cita menjadi seorang penulis, tips, dan trik jitu di dalam novel ini menjadi kiat, cara, serta nilai spirit untuk bekal mewujudkan mimpi tersebut. “Menulis bisa di mana saja dan kapan saja. Tidak mengganggu waktu belajarmu, tidak membuatmu mengabaikan tugas-tugasmu.” (halaman 31)

   Menariknya, masing-masing cerita dan tips bergerak dalam sinkronisme yang sama. Seperti konflik Ayka yang ditutup dengan nasihat yang baik. Menjadi plagiator bisa membuat title seorang doktor dicabut! Menjadi plagiator bisa dihujat oleh masyarakat! Menjadi plagiator adalah hal yang sangat memalukan: untuk diri sendiri. (halaman 153).

Selain itu, berbagai cerita di kelas menulis dengan beragam masalahnya ada di dalam novel ini. Seperti permasalahan kritik di dalam dunia kepenulisan. Kemudian tokoh Wiwi yang mengalami permasalahan dalam dunia menulisnya, tulishapustulishapus. Saya kira masalah Wiwi ini, sebagian besar pasti dirasakan oleh penulis pemula, maupun penulis yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi.

Tokoh-tokoh yang dibangun oleh Bunda Erin, mengalami satu kesatuan yang baik. Belum lagi di setiap cerita, selalu disuguhkan aksi kocak tokoh yang unik. Saya kira, tokoh Nata adalah sisi humor di dalam novel ini.

Mungkin karena cerita yang dijalin lebih kepada permasalahan keseharian, membuat pembaca pasti masih ingin mengatahui kisah Wiwi, Nata, Niko, Andhika, Hilal, Ayka, dan tokoh yang lain. Apakah tokoh-tokoh itu akan berhasil mewujudkan cita-citanya? Memilih menjadi seorang penulis, apakah Andhika akan mampu membahagiakan ibunya? Namun, Bunda Erin tampaknya tidak fokus pada perjalanan panjang kehidupan tokoh-tokoh yang ia bangun tersebut, melainkan permasahalan yang dialami oleh setiap tokoh dan jalan keluar yang harus ditempuhnya. Tentunya Bunda Erin selalu memberikan jalan keluar yang sangat baik di setiap permasalahan.

Baiklah! Novel ini adalah fiksi yang lembut dan tips menulis yang baik. Buat kamu yang ingin memiliki kekuatan sprit dan bercita-cita menjadi seorang penulis andal, novel mungil ini menjadi sajian wajib untuk dinikmati. Bahasa yang mengalir sederhana akan membawa kita menjadi seseorang yang luar biasa hingga ke akhir cerita. Bravo para calon penulis unyu!

Judul               : Cekers Unyu-unyu

Penulis           : Reni Erina

Penerbit          : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit: 2014

Tebal               : x+155 halaman

ISBN              : 978-602-02-3170-9

 

2 thoughts on “Kiat Jadi Penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s