Beranda » Curhat » Paragraf Pertama?

Paragraf Pertama?

Kamu sering kirim ke media tapi nggak pernah dimuat? Kamu hampir lelah? Jangan-jangan masalahnya terletak di sini, Gan.

Paragraf pertama? Paragraf pertama itu super duper penting loh.

Pernah jalan-jalan ke sebuah toko? Tentu pernah donk. Nah, di sebuah toko biasa ada barang-barang yang dipajang di tempat etalasenya. Untuk menarik minat pengunjung (pembeli), mereka dengan sengaja memajang barang yang paling super duper keren. Tujuannya, itu tadi, untuk menarik hati pengunjung. Mungkin begitulah analoginya tentang paragraf pertama, walau mungkin belum sempurna bingit.๐Ÿ˜€

Opini saya, paragraf pertama adalah kekuatan kedua cerpen Anda (Kekuatan pertama adalah judul). Jika cerpen Anda lemah di bagian ini, otomatis akan meleburkan kekuatan dan jurus-jurus yang lain (Ini udah kayak film-film laga aja ya)๐Ÿ™‚

Kamu pernah membaca sebuah paragraf di prosa, lalu tiba-tiba meninggalkannya karena tidak menarik menurutmu? Itu jelas, berarti paragraf pertama yang kamu baca itu kurang memiliki kekuatan, sehingga kamu tidak punya keinginan untuk melanjutkannya.

Mengutip dari status facebook Pak Hermawan Aksan (Redaktur Tribun Jabar):

“Berapa banyak cerpen yang masuk setiap minggu?” tanya seorang teman.

“Sekitar 20 cerpen,” jawabku.

“Apakah kau membaca semua cerpen itu untuk dipilih mana yang dimuat?”

“Tidak. Cerpen yang akan dipertimbangkan untuk dimuat antara lain bisa dilihat sekilas dari alinea pertama, alinea terakhir, dan penggunaan tanda baca. Kalau alinea pertama buruk, cerpen itu sudah langsung hilang peluangnya.”

“Itu tidak adil. Bagaimana kalau awalannya buruk, tapi ke bawahnya bagus?”

“Aku belum pernah menemukan cerpen yang bagus dengan awalan yang buruk.”

So, jangan-jangan kamu bermasalah di bagian ini, sehingga karya kamu kurang menarik hati pada dewan redaksinya. Sehingga peluang karya kamu untuk dimuat menjadi minim sekali. Jadi, kamu harus memperbaiki paragraf pertamamu. Beri paragraf pertamamu kekuatan dan jurus yang mempuni, kayak jurus naruto begitu.๐Ÿ™‚

 

Apakah paragraf pertama selalu dimulai dariย  matahari:

Matahari bersinar terik. Sinarnya menyentuh tanganku yang dingin.

Apakah begitu? Memulai paragraf pertama seperti itu rasanya sudah biasa bingit ya. Kamu bisa kok memulainya dengan cara yang lain. Misalnya memunculkan dialog di awal, deskripsi batin tokoh yang kuat, atau lain sebagainya.

Semoga bermanfaat ya..๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s